Sabtu, 25 Oktober 2025

Menangis Mendengar dan Membaca Qur'an?

 

MEMBACA kisah-kisah yang menceritakan bagaimana orang begitu antusias mendengar lantunan bacaan ayat-ayat Al Qur'an hingga meneteskan air mata, kita sering merasa cemburu. Karena selama ini kita tak merasakan apa-apa saat mendengar ayat-ayat Allah mampir di pendengaran kita. Kita hanya merasakan seperti halnya mendengar kalimat-kalimat biasa. Kita lebih tersentuh bila mendengar lirik lagu dilantunkan. 

Sampai di titik itu, kita selalu merasa bersalah. Merasa berdosa. Lalu mengajukan pertanyaan pada diri sendiri: apakah hatiku sudah begitu tebalnya hingga alunan ayat-ayat Allah tak meresap masuk ke dalam kalbu? Atau jangan-jangan  keadaan ini adalah inidikasi tentang apa yang Allah katakan dalam QS Al Baqarah ayat 7;  "Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka" 

Astaghfirullahaladzim.

Sungguh sangat beruntung seorang mukmin yang bisa menikmati bacaan Al Qur'an baik ketika dibaca sendiri maupun saat mendengarkan bacaan orang lain. Konon kata orang 'alim, sangat nikmat dan menimbulkan ketenangan yang luar biasa bahkan bisa jadi  mengalahkan nikmatnya rekreasi di tempat wisata.

Maka selalu ada keinginan untuk menjadi orang-orang yang berusaha membaca dan mendengarkan bacaan Al Qur'an demi membuat hati menjadi  lapang serta membuat betah berdiri lama dalam shalat.

Selalu ada keinginan untuk lebih berusaha bisa menikmati bacaan Al Qur’an . 

Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW pernah meminta sahabat Abdullah bin Mas’ud untuk membacakan Al Qur'an kepadanya.  Abdullah bin Mas’ud, seperti dinukil dalam Hadist riwayat Bukhari nomor 4582 dan riwayat Muslim nomor 800, Beliau berkata:

ﻗَﺎﻝَ ﻟِﻲ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : ‏« ﺍﻗْﺮَﺃْ ﻋَﻠَﻲَّ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ‏» ﻗَﺎﻝَ : ﻓَﻘُﻠْﺖُ : ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ‍ ﺃَﻗْﺮَﺃُ ﻋَﻠَﻴْﻚَ؟ ﻭَﻋَﻠَﻴْﻚَ ﺃُﻧْﺰِﻝَ؟ ﻗَﺎﻝَ : ‏« ﺇِﻧِّﻲ ﺃَﺷْﺘَﻬِﻲ ﺃَﻥْ ﺃَﺳْﻤَﻌَﻪُ ﻣِﻦْ ﻏَﻴْﺮِﻱ ‏» ، ﻓَﻘَﺮَﺃْﺕُ ﺍﻟﻨِّﺴَﺎﺀَ ﺣَﺘَّﻰ ﺇِﺫَﺍ ﺑَﻠَﻐْﺖُ : } ﻓَﻜَﻴْﻒَ ﺇِﺫَﺍ ﺟِﺌْﻨَﺎ ﻣِﻦْ ﻛُﻞِّ ﺃُﻣَّﺔٍ ﺑِﺸَﻬِﻴﺪٍ ﻭَﺟِﺌْﻨَﺎ ﺑِﻚَ ﻋَﻠَﻰ ﻫَﺆُﻟَﺎﺀِ ﺷَﻬِﻴﺪًﺍ { ‏[ ﺳﻮﺭﺓ : ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ، ﺁﻳﺔ ﺭﻗﻢ : 41 ‏] ﺭَﻓَﻌْﺖُ ﺭَﺃْﺳِﻲ، ﺃَﻭْ ﻏَﻤَﺰَﻧِﻲ ﺭَﺟُﻞٌ ﺇِﻟَﻰ ﺟَﻨْﺒِﻲ، ﻓَﺮَﻓَﻌْﺖُ ﺭَﺃْﺳِﻲ ﻓَﺮَﺃَﻳْﺖُ ﺩُﻣُﻮﻋَﻪُ ﺗَﺴِﻴﻞُ

Artinya;
Rasulullah shallallahualaihiwasallam berkata kepadaku, “Bacakanlah Al-Qur’an kepadaku.”
Ibnu Mas’ud berkata: Aku katakan, “Wahai Rasulullah! Apakah saya akan membacakannya kepadamu sementara ia diturunkan kepadamu?” .
Beliau menjawab, “Aku senang mendengarnya dari orang selain diriku.”
Maka aku pun membacakan surat an-Nisa’, ketika sampai pada ayat [yang artinya], “Bagaimanakah jika [pada hari kiamat nanti] Kami datangkan dari setiap umat seorang saksi, dan Kami datangkan engkau sebagai saksi atas mereka.” (QS. an-Nisa’: 41).

Aku angkat kepalaku, atau ada seseorang dari samping yang memegangku sehingga aku pun mengangkat kepalaku, ternyata aku melihat air mata beliau mengalir.”

Para ulama dan orang-orang 'alim sering mengatakan bahwa seorang yang beriman mereka menangis terharu mendengar nama Rabb-nya dibacakan. Karena Rabb-nya sudah sangat baik dan Maha Pengasih kepadanya, meskipun ia selalu bermaksiat dan lupa kepada Rabb-nya, akan tetapi Allah selalu memberikan segalanya dan kebahagiaan dunia.

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَاناً وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka karenanya dan hanya kepada Rabb mereka, mereka bertawakal.” (QS Al-Anfal: 2)

أولئك الذين أنعم الله عليهم من النبيين من ذريه آدم وممن حملنا مع نوح ومن ذريه إبراهيم وإسرائيل وممن هدينا واجتبينا إذا تتلى عليهم آيات الرحمن خروا سجداً وبكياً

Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh dan dari keturunan Ibrahim dan Israil dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.” (QS Maryam: 58)

Terbayang andai benar kejadian air mata kita mengalir atau paling tidak mata kita merebak saat mendengar lantunan ayat suci Al Qur'an, kita akan berkata dalam hati, “akhirnya, mata ini menangis karena Allah..."


لا يلج النار رجل بكى من خشية الله حتى يعود اللبن في الضرع

Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena merasa takut kepada Allah sampai susu [yang telah diperah] bisa masuk kembali ke tempat keluarnya.”[HR. Tirmidzi no. 1633]


Hadis lain seperti diceritakan Ibnu Umar ra;

لأن أدمع من خشية الله أحب إلي من أن أتصدق بألف دينار

Sungguh, menangis karena takut kepada Allah itu jauh lebih aku sukai daripada berinfak uang seribu dinar!”. (Sumber baca di sini)

Ka’ab Al-Ahbar berkata,

لأن أبكى من خشية الله فتسيل دموعي على وجنتي أحب إلى من أن أتصدق بوزني ذهباً

Sesungguhnya mengalirnya air mataku sehingga membasahi kedua pipiku karena takut kepada Allah itu lebih aku sukai daripada aku berinfak emas yang besarnya seukuran tubuhku.”

Oce

“Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS. Al-Baqarah: 272)
"Sesungguhnya yang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik akhlaknya." (HR. Ahmad)

Tulis komentar