Sabtu, 18 Oktober 2025

Apa Itu Aktualisasi Diri?



Korupsi dan suap di mana-mana dan oleh siapa saja. Itulah yang kita tonton dan baca beritanya saban hari non stop, real time. Mari kita absensi. Cek saja beritanya:

Di pusat; mulai menteri, hakim mahkamah agung, pejabat kejaksaan, pejabat lembaga negara setingkat menteri, KPU, DPR, DPD, pejabat Polri, pejabat TNI, pejabat BUMN.
Di luar negeri; pejabat kedutaan besar.
Di daerah; dari gubernur, wakil gubernur, sekda, kepala dinas, kabag, dan segala macam kepala. Ketua dan Anggota DPRD, pejabat BUMD,

Bupati, wakil bupati, walikota dan wakilnya, para kepala dinas atau OPD-nya sampai kabag, sekretaris dinas dan jejaringnya, pejabat RSUD

Di kecamatan dan desa; para camat, kepala desa, RW, kepala puskesmas, kepala sekolah, dan seterusnya.

Bidang yang dikorupsi; mulai infrastruktur, ekspor impor, migas, segala macam perizinan, segala rupa pengadaan barang, alat tulis kantor dan mebel kantor, urusan pertanahan, kelautan, udara, isi perut bumi, rumah sakit, sekolah, kampus, transportasi, olahraga, pemilu, pilkada, imigrasi, tenaga kerja, bansos, covid, obat-obatan dan alkes, urusan haji, pengadaan kitab suci, perjalanan dinas, sampai urusan dana desa buat pembangunan jalan semenisasi RT. 

Semua ada, segala rupa tersua, segala macam jabatan terjerat. Dari kelas ikan paus sampai teri, dari triliunan sampai receh. Ibarat toserba, begitulah negeri kita dalam hal korupsi.

Itu baru yang terungkap dan belum jelas ujung perkara dan hukumannya.

Apa yang mereka cari? Uang sudah pasti. Tapi untuk apa? Bukankah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sebenarnya mereka sudah lebih dari cukup? Ternyata yang mereka cari sebenarnya adalah keinginan untuk aktualisasi diri. Aktualisasi diri? Ya, aktualisasi suapaya dianggap sukses, agar dinilai sebagai orang yang berpengaruh. Hal itu didapat melalui simbol-simbol yang untuk mendapatkannya harus dengan biaya mahal dan sangat mahal.

Ngomong-ngomong, apa sih maksudnya aktualisasi diri?

Menurut para pakar, katualisasi diri maksudnya adalah proses untuk mewujudkan potensi penuh seseorang, menjadi versi terbaik dari diri sendiri, dan mencapai pemenuhan diri. Konsep ini merupakan puncak dari hierarki kebutuhan Abraham Maslow, yang berarti seseorang akan fokus pada pencapaian ini setelah kebutuhan-kebutuhan di tingkat yang lebih rendah (seperti fisik dan rasa aman) terpenuhi. Hal ini melibatkan pemahaman mendalam tentang diri sendiri, baik kelebihan maupun kekurangan, serta penggunaan semua kemampuan untuk mencapai tujuan hidup.

Karakteristik individu yang mengaktualisasikan diri

1. Memiliki rasa kasih dan kepedulian terhadap orang lain, serta menentang ketidakadilan.

2. Mampu menerima diri sendiri, baik kelebihan maupun kekurangan.

3. Memiliki kreativitas, baik dalam berpikir maupun dalam menjalani kehidupan.

4. Mampu memecahkan masalah secara bijaksana dan mandiri.

5. Menghargai pencapaian, meskipun sederhana, dan memiliki rasa percaya diri.

6. Memiliki hubungan interpersonal yang mendalam dan otentik.

7. Merasa nyaman dengan kesendirian dan mampu menikmati momen sendirian. 

Cara mencapai aktualisasi diri

1. Memenuhi kebutuhan dasar: Fokus pada kebutuhan dasar seperti makanan, air, dan tempat tinggal, serta kebutuhan keamanan.

2. Membangun hubungan yang sehat: Menjalin hubungan yang baik, seperti persahabatan dan hubungan keluarga.

3. Mengembangkan harga diri: Mencari pengakuan dan mengembangkan rasa hormat terhadap diri sendiri dan orang lain.

4. Hidup secara otentik: Menghormati diri sendiri dan tidak terlalu memikirkan pendapat orang lain.

5. Menemukan tujuan hidup: Menentukan tujuan yang selaras dengan nilai-nilai pribadi dan bekerja keras untuk mencapainya.

6. Menghargai hal-hal sederhana: Menemukan rasa syukur pada hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari, seperti makanan enak atau pelukan dari orang terdekat. 

Dengan demikian, aktualisasi diri kurang lebih merupakan puncak kedewasaan dan kematangan diri seseorang. (*)




“Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS. Al-Baqarah: 272)
"Sesungguhnya yang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik akhlaknya." (HR. Ahmad)

Tulis komentar